Situs Sejarah Warisan Leluhur Yang Ada di Indonesia

By | 24 November 2019

Wisatawan mungkin tidak menganggap reruntuhan sebagai objek wisata yang memikat ketika mengunjungi Indonesia. Tapi sejarah negara yang kaya dan rumit itu paling baik digambarkan di gedung-gedung yang sudah cukup tua untuk menjadi reruntuhan sekarang. Bagi yang penasaran secara budaya dan sejarah, temukan reruntuhan paling indah untuk dikunjungi di Indonesia.

Borobudur

Borobudur adalah kompleks candi besar yang berasal dari abad ke-9. Tempat perlindungan Budha terbesar di dunia relatif masih utuh sekarang, tetapi telah sangat hancur oleh bencana alam beberapa kali dan ditinggalkan selama berabad-abad sebelum ditemukan kembali pada tahun 1800-an. Kuil itu kemudian dipulihkan, tetapi beberapa aspek asli dari desain candi masih belum diketahui. Meski begitu, area candi yang luas masih merupakan peninggalan sejarah dan budaya yang tak ternilai dengan ukiran batu asli yang menggambarkan cerita dan legenda, belum lagi pemandangan alam yang menakjubkan dari situs tersebut.

Candi Borobudur, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

Ratu Boko

Selama beberapa dekade, para arkeolog berdebat tentang tujuan dan fungsi reruntuhan kuno yang luar biasa ini. Analisis menyimpulkan bahwa reruntuhan ini pertama kali dibangun pada abad ke-9, tetapi nama asli dan fungsinya tetap tidak pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa kompleks ini adalah kuil agama sementara yang lain yakin bahwa itu dulunya adalah istana kerajaan kuno dari Dinasti Sailendra atau Kerajaan Mataram. Apa pun itu, keindahan situs ini hanya ditingkatkan oleh misteri yang mengelilinginya. Reruntuhan masih memiliki gerbang utama yang besar, beberapa bangunan kuno, tempat mandi, gua meditasi, dan beberapa kuil miniatur. Karena lokasinya yang tinggi, pengunjung juga dapat menikmati panorama candi Prambanan dan Gunung Merapi yang indah.

Ratu Boko, Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Kuil Dieng

Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah tidak hanya dikenal karena daya tarik alaminya yang mentah, tetapi juga karena nilai budaya dan sejarahnya. Situs ini memiliki empat senyawa candi yang pernah terdiri dari setidaknya 400 candi. Sayangnya, semua kecuali delapan kuil telah runtuh. Para ahli menyimpulkan bahwa kuil-kuil itu dibangun pada abad ke-7 atau ke-8. Nama asli candi tidak diketahui, tetapi diyakini bahwa mereka dinamai tokoh sentral dari epos Mahabharata: Arjuna, Gatotkaca, Dwarawati, dan Bima.

Dataran Tinggi Dieng, Bakal, Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Muara Takus

Penemuan candi kuno selalu terkonsentrasi di Jawa, jadi arkeolog cukup bingung ketika mereka menemukan kompleks candi besar di Riau, Sumatra. Kompleks candi Budha terdiri dari beberapa kuil dan stupa, beberapa di antaranya kini menjadi puing-puing, tetapi para ahli belum sepakat ketika mereka datang — beberapa mengatakan abad ke-4, yang lain mengatakan abad ke-7 atau ke-11. Penemuan kembali candi ini telah menyebabkan para sejarawan percaya bahwa kota ini pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya kuno. Para arkeolog juga menyimpulkan bahwa gaya candi ini lebih mirip dengan yang ada di Myanmar atau India daripada candi-candi lain yang ditemukan di Indonesia , menjadikannya bagian yang unik dari warisan budaya.

Muara Takus, Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia

Prambanan

Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan salah satu yang terkuat di dunia. Setelah dibangun pada abad ke-8, candi ini ditinggalkan pada awal abad ke-9, kemungkinan besar disebabkan oleh letusan masif Gunung Merapi di dekatnya. Kuil itu kemudian rusak parah oleh gempa bumi besar di abad ke-16. Pada saat itu, penduduk setempat selalu menyadari keberadaan candi, tetapi mereka tidak benar-benar memahami asal usul dan sejarahnya, sehingga cerita rakyat diciptakan untuk menjelaskan bagaimana struktur besar itu terbentuk. Penduduk setempat percaya bahwa kuil itu dibangun oleh roh kuno, sementara yang lain mengatakan bahwa seorang putri dikutuk menjadi patung. Inisiatif telah dilakukan untuk memulihkan candi sejak awal 1900-an, tetapi karena metode konstruksi misterius yang rumit, prosesnya belum selesai.

Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Situs Megalitik Gunung Padang

Fungsi dan sejarah reruntuhan ini belum dapat disimpulkan, tetapi situs ini selalu dianggap sakral oleh penduduk setempat. Daerah ini memiliki tiga hektar teras batu, menunjukkan bahwa itu dulunya merupakan bangunan besar yang menutupi seluruh permukaan bukit di Cianjur, Jawa Barat. Para ahli telah menyarankan bahwa situs itu awalnya memiliki lebar setidaknya 25 hektar. Berbagai teori dan kontroversi telah beredar di kalangan penduduk setempat tentang kisah di balik reruntuhan yang membingungkan ini. Jika ada, misteri itu hanya menambah keindahan situs yang sulit dipahami.

Situs Megalitik Gunung Padang, Karyamukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia

Sumur Gumuling

Bangunan bawah tanah ini secara teknis tidak hancur, tetapi telah ditinggalkan dan tidak digunakan selama berabad-abad. Terletak di dalam Istana Air Taman Sari di Yogyakarta , situs bawah tanah yang kurang dikenal ini tersembunyi dan satu-satunya cara untuk mencapainya adalah melalui terowongan seperti labirin. Dipercayai bahwa ruang bawah tanah digunakan sebagai masjid tersembunyi yang memungkinkan para bangsawan dan penduduk setempat untuk melakukan praktik keagamaan Muslim tanpa sepengetahuan otoritas Belanda selama era kolonial. Bangunan menawan ini masih relatif utuh dengan pesona sejarah pedesaan, meskipun terowongan dan kompleksnya tidak sekuat dulu.

Sumur Gumuling, Patehan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *